Penerapan

Penerapan hukuman mati di Indonesia

Di Indonesia sudah puluhan orang dieksekusi mati mengikuti sistem KUHP peninggalan kolonial Belanda. Bahkan selama Orde Baru korban yang dieksekusi sebagian besar merupakan narapidana politik.

Walaupun amandemen kedua konstitusi UUD 45, pasal 28 ayat 1, menyebutkan:”Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di depan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun”, tapi peraturan perundang-undangan dibawahnya tetap mencantumkan ancaman hukuman mati bagi sejumlah kejahatan.

Hingga 2006 tercatat ada 11 peraturan perundang-undangan yang masih memiliki ancaman hukuman mati, seperti: KUHP, UU Narkotika, UU Anti Korupsi, UU Anti terorisme, dan UU Pengadilan HAM. Daftar ini bisa bertambah panjang dengan adanya RUU Intelijen dan RUU Rahasia Negara.

Vonis atau hukuman mati mendapat dukungan yang luas dari pemerintah dan masyarakat Indonesia. Pemungutan suara yang dilakukan media di Indonesia pada umumnya menunjukkan 75% dukungan untuk adanya vonis mati.

Penerapan hukuman mati di berbagai negara di dunia

Saat ini, hanya ada 58 negara yang secara aktif mempraktekkannya, dengan 95 negara menghapuskannya. Banyak negara telah meninggalkan hukuman mati, termasuk hampir semua Eropa dan banyak negara Pasifik Wilayah (termasuk Australia, Selandia Baru dan Timor Leste), dan Kanada.

Di Amerika Latin, sebagian besar negara telah benar-benar menghapuskan pemberlakuan hukuman mati, sementara beberapa negara, seperti Brazil, memungkinkan hukuman mati hanya dalam situasi yang luar biasa, seperti pengkhianatan yang dilakukan selama masa perang.

Amerika Serikat, Guatemala, sebagian di Karibia dan mayoritas negara demokrasi di Asia dan Afrika mempertahankannya. Sedangkan Afrika Selatan, yang mungkin merupakan negara Afrika yang paling maju, dan yang telah menjadi negara demokrasi sejak tahun 1994, tidak mempraktekkan hukuman mati. Fakta ini saat ini cukup kontroversial di negara itu, karena tingginya tingkat kejahatan kekerasan, termasuk pembunuhan dan perkosaan.

Menurut Amnesti Internasional, setidaknya 5.837 eksekusi dilakukan di 22 negara dan teritori ditahun 2010. Sepuluh negara yang paling banyak melakukan eksekusi adalah Cina, Amerika Serikat, Arab Saudi, Iran, Korea Utara, Burma, Pakistan, Syria, Yaman, dan Libya. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s