Rekonstruksionisme

Prinsip utama dari pandangan Rekonstruksionisme adalah memberikan hukuman mati bagi semua kejahatan besar. Rekonstruksionisme berlawanan dengan Rehabilitasionisme. Tujuan utama keadilan adalah retribusi, bukan rehabilitasi.

 

Pandangan terhadap rekonstruksionisme

Apakah benar hukum Perjanjian Lama masih mengikat saat ini? Pada dasarnya rekonstruksionisme mewujudkan apa yang tertera pada alkitab. Berikut adalah beberapa buktinya.

  • Hukum Allah mencerminkan karakter-nya yang tidak berubah.Allah itu adil dan ia menuntuk keadilan dari kita.tetapi jika hukum Allah mencerminkan karakter moralNya, dan jika karakter moral Allah tidak beruhbah, maka hukum Allah yang diberikan melalui Musa masih berlaku saat ini. Karena Allah tidak berubah.

  • Perjanjian Baru mengulangi sepuluh hukum. Perintah-perintah yang diberikan kepada musa di gunung Sinai diulangi di dalam perjanjian baru. Maka tidak benar anggapan bahwa Sepuluh Hukum Allah tidak berlaku saat ini.

  • Peranjian Lama adalah Alkitab pada zaman gereja mula-mula. Kaum rekonstruksionis berpendapat bahwa gereja Perjanjian Baru menggunakan Perjanjian Lama sebagai standar dalam kebenaran. Perjanjian Lama mengajarkan bahwa hukuman mati harus dijatuhkan untuk pelanggaran-pelanggaran yang dituliskan di Perjanjian Lama.

  • Yesus berkata bawha Ia tidak datang untuk meniadakan hukum Taurat. Hal ini sudah sangat mudah dipahami dari pernyataan Yesus, “Janganlah kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.”. Ditambahkannya, “Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.”

    Evaluasi terhadap rekonstruksionisme

  • Tidak semua hukum Musa dituntut oleh karakter Allah. Semua hukum musa adalah sesuai dengan karakter Allah, tetapi Allah bisa menghendaki hal-hal yang berbeda pada saat yang berbeda untuk orang-orang yang berbeda. Semuanya sesuai dengan natur-Nya tapi tidak semua dituntut oleh-Nya.
  • Tidak semua tuntutan hukuman mati diulangi dalam perjanjian baru. Bahkan kaum rekontruksionispun mengakui bahwa sejumlah kasus hukuman mati dalam perjalnjian lama tidak berlaku lagi saat ini. Hukuman mati tetap diterapkan tetapi tidak untuk semua pelanggaran yang ada di Perjanjian Lama.
  • Hukuman mati diterapkan secara tidak adil. Tidak menjalankan keadilan untukkejahatan besar apa pun bukan merupakan jawaban terhadap ketidakadilan untu beberapa kejahatan yang nyata. Dua kesalahan tidak membuat suatu kebeenaran. Haya karena beberapa orang mati karena kurangnya distribusi perawatan medis yangtidak merawatan mdeis tidak diberikan kepada semua orang. Demikian pula, haya karena beberapa orang mati dari distribusi hukuman mati yang tak adil tidak berarti bahwa keadilanharus disembunyikan dari semuanya.
  • Hukuman mati tidak menghalangi kejahatan. Allah berkata hukuman mati akan menghalangi pelanggaran. Ketika keadilan dilakukan “seluruh bangsa itu akan mendengar dan menjadi takut dan tidak lagi berlaku selalu berani (Ulangan 17:13). Satu hal yang pasti, hukuman mati akan menghalangi kejahatan berat. Tertentu dari pengulangan kejahatan lain. Jika hukuman mati tidak menghalangi sebanyak mungkin kejahatan lain, ini mungkin karena hukuman mati tidak dilaksanakan dengan cukup luas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s